Sunday, September 7, 2008

Dalam Mitologi Shinto Dewa Okuninushi dikenal sebagai Dewa Pengobatan dan memiliki kekuatan gaib. Nama Okuninushi berarti "Sang Penguasa Daratan.
Okunimushi memiliki banyak saudara laki-laki, konon berjumlah 80 orang dan semuanya tertarik untuk mempersunting seorang putri cantik bernama Yakami (Yagami-hime). Diceritakan, mereka semua berangkat kerumah putri tersebut. Ditengah jalan mereka bertemu dengan seekor kelinci yang meminta tolong, karena sekujur tubuhnya terluka. Tetapi mereka semua tidak peduli dan malah memberi petunjuk yang menyesatkan dengan menganjurkan kelinci itu membasuh lukanya dengan air laut, dan mengeringkannya dengan angin. Setelah menuruti petunjuk itu, kelinci itu bertambah parah penderitaannya. Untunglah kelinci itu kemudian bertemu dengan Okuninushi yang menganjurkan agar kelinci itu segera membasuh kulitnya dengan air bersih dan mengeringkan diri dengan berguling-guling di rumput Kama. Setelah melakukan anjuran Okuninushi, kelinci yang ternyata jelmaan dewa, berterimakasih dan memberitahu Okuninushi bahwa ialah yang akan berhasil mempersunting Yakami.
Hal ini membuat saudara-saudara Okuninushi menjadi iri dan marah sehingga berusaha mencelakai Okuninushi agar tidak dapat sampai ke tempat tujuan. Mereka memanaskan sebuah batu besar hingga berwarna putih dan menggulingkan dari atas gunung. Okuninushi yang mengira batu itu adalah babi liar, menyentuh batu itu sehingga dia mati terbakar. Namun dengan bantuan Kami-Musubi,ibu dari Okuninushi, ia dapat hidup kembali. Saudara-saudaranya tidak berhenti untuk mencelakainya. Kali kedua mereka berhasil membunuh Okuninushi lagi dan menghancurkan tubuhnya. Untuk kedua kali Okuninushi dihidupkan kembali oleh ibunya. Namun kali ini ibunya berpesan agar ia berlindung di neraka untuk menghindari serangan berikutnya. Saat di neraka itulah Okuninushi bertemu dengan Dewa Topan-Susanno Wo dan putrinya Suseri-hime. Saat itulah Okuninushi saling jatuh cinta dengan Suseri-hime. Mengetahui hal itu Susanno-Wo ingin menguji Okuninushi apakah layak untuk menjadi menantunya. Maka Susanno-Wo memerintahkan Okuninushi untuk bermalam di ruangan yang dipenuhi ular. Namun Suseri-Hime memberikan sehelai syal ajaib untuk melindunginya. Hari kedua Susanno-Wo memerintahkan Okuninushi untuk tidur diruangan yang penuh dengan kelabang dan lebah, namun lagi-lagi Okuninushi dapat melewati malam itu tanpa luka. Berikutnya Susanno-Wo menembakkan panahnya se sebuah padang rumput dan memerintahkan Okuninushi untuk membawa kembali panah itu. Ketika Okuninushi berada ditengah-tengah padang rumput yang luas, Susanno-Wo menyalakan api untuk membakar padang rumput itu. Namun seekor tikus menunjukkan sebuah lubang untuk tempat berlindung Okuninushi dan sekaligus memberikan panah yang dicari oleh Okuninushi. Sedikit demi sedikit SUsanno-Wo mulai merestui hubungan itu. Kemudian Susanno-Wo meminta Okuninushi untuk mencuci rambutnya, dan kemudian ia pergi tidur. DIsaat Susanno-Wo tidur,Okuninushi mengikatkan rambutnya di tiang penyangga istana, mengambil pedang, busur, panah, dan alat musik bersenar Koto milik Susanno-Wo, dan melarikan diri bersama Suseri-Hime. Tak sengaja ketika berlari, koto yang dibawa Okuninushi menyentuh pepohonan dan berbunyi, sehingga membangunkan Susanno-Wo dari tidurnya. Iapun berusaha mengejar Okuninushi dan putrinya, tapi terhalang karena rambutnya masih terikat di tiang penyangga istana. Akhirnya Okuninushi dan SUseri-Hime sampai ke perbatasan neraka. Susanno-Wo mengalah dan memerintahkan Okuninushi untuk berjuang melawan saudara-saudaranya dengan menggunakan senjata yang diambilnya, dan agar dapat menjadi penguasa dunia. Okuninushi pada akhirnya dapat meyakinkan Susanno-Wo bahwa ia layak menjadi suami dari Suseri-Hime. Bahkan kemudian Susanno-Wo membangunkan istana yang megah untuk Okuninushi dan isterinya di kaki gunung Uka. Dan dengan perjuangan serta kekuatan senjata yang diambilnya, akhirnya Okuninushi berhasil menjadi penguasa daratan.

0 Comments:

Post a Comment